Bandara Harus Memiliki Genset Otomatis

PALEMBANG (SI) – Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H Eddy Yusuf meminta pihak bandara memasang genset otomatis.

Hal ini untuk mengantisipasi jika suatu saat listrik di kawasan tersebut padam tidak mengganggu penerbangan. Apalagi menjelang SEA Games XXVI di Sumsel pada 2011, frekuensi penerbangan makin ramai. Imbauan wagub ini disampaikan terkait gagalnya tiga maskapai penerbangan mendarat ke Bandara SMB II, Senin (26/7). Penyebab gagalnya pendaratan ini salah satunya akibat lampu runway (petunjuk jalan) padam sehingga membuat pesawat return to base (kembali ke pangkalan). “Meskipun kondisi ini harus diselidiki, pihak bandara harus memperbaiki kelemahan tersebut, khususnya untuk menyukseskan SEA Games 2011.

Jika perlu, bandara harus memiliki genset otomatis. Jadi, begitu listrik dari PLN padam, dalam hitungan detik bisa nyala lagi. Dengan begitu, tidak menghambat operasional bandara,” kata Eddy seusai menghadiri acara penyerahan bantuan satu unit ambulans kepada rumah sakit TNI AU di Talang Betutu kemarin. Menurut dia, dengan kondisi ini, kiranya semua pihak jangan mengira-ngira. Bandara SMB II memang harus siap dan memperhitungkan untuk menghadapi halhal semacam itu. Sebab, kejadian kemarin telah membuat tiga armada gagal mendarat. Untuk itu, kejadian itu harus menjadi perhatian serius pihak bandara.

“Bisa jadi kesalahan ini murni dari PLN atau juga dari peralatan dan kesalahan genset dari bandara sehingga membuat runway tidak menyala,”ujarnya. Dia menambahkan, seluruh masyarakat,semua pihak terkait, termasuk pihak Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara SMB II, memang sudah harus siap menyukseskan SEA Games. Mengingat, Sumsel adalah tuan rumah yang merupakan harga diri Sumsel. “Sukses SEA Games adalah harga mati.Apalagi Bandara SMB II kita sudah standar internasional. Jika hal ini kembali terjadi,bukan tidak mungkin SEA Games bakal gagal. Untuk itu, harus secepat mungkin diantisipasi,”tandasnya.

Mengenai kejadian gagal mendaratnya tiga pesawat kemarin, Danlanud Palembang Letkol PNB Rudy Iskandar mengatakan, selain akibat listrik padam, gagal mendaratnya tiga pesawat ke SMB II juga diakibatkan hujan deras yang membuat visibility (jarak pandang) pilot di bawah minimum, yaitu di bawah 1 km.Kondisi ini menurut standar keamanan penerbangan pesawat terpaksa return to base (kembali ke pangkalan). “Penerbang mengonfirmasi ke tower, pihak tower mengatakan situasi tidak memungkinkan karena ada limitasi visibility karena hujan deras.

Sehingga faktor return to base tiga pesawat kemarin bukan hanya mati lampu saja tapi juga karena cuaca hujan sehingga mengurangi visibility,” ungkapnya. Dia menambahkan, jika padamnya listrik pada siang hari dan lampu runway juga ikut padam, tidak akan banyak berpengaruh kepada penerbangan.Mengingat, penerbang masih dapat masuk bandara.Namun,meski siang hari jika visibility tidak memungkinkan karena cuaca, pesawat juga tidak dapat mendarat, terpaksa menunggu sekitar setengah jam di udara, jika cuaca tidak membaik terpaksa return to base.

“Kita tidak ingin ada masalah pada saat pendaratan karena cuaca buruk. Guna menyelamatkan nyawa penumpang lebih baik pesawat kembali ke pangkalan,”tandas dia. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: