Penyaluran Raskin Dipercepat

PALEMBANG(SI) – Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Sumatera Selatan (Sumsel) mempercepat penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

Raskin yang seharusnya disalurkan pada pertengahan Agustus akan disalurkan awal Agustus. Sementara, untuk jatah September juga akan disalurkan akhir Agustus.Kebijakan ini diharapkan dapat meredam melonjaknya harga beras di pasaran. Kepala Divre III Bulog Sumsel Tommy S Sikado mengatakan,percepatan penyaluran raskin ini sama halnya dengan melakukan operasi pasar (OP) sehingga masyarakat akan lebih diuntungkan. Namun,jika nantinya masih diperlukan OP, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Mudah-mudahan dengan percepatan penyaluran raskin ini dapat mengantisipasi gejolak harga. Untuk beras nonsubsidi, kita jual seharga mencapai Rp5.730 per kg,” ujar Tommy di kantornya kemarin. Menurut dia, raskin yang akan disalurkan pada dua tahap tersebut mencapai sekitar 14.000 ton yang diperuntukkan kepada 596.942 rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Sumsel.“Untuk tahap pertama, awal Agustus disalurkan 7.000 ton dan pada tahap kedua sebanyak 7.000 ton dengan harga Rp1.600 per kg,”ujarnya.

Dia menjelaskan, sampai pekan ketiga Juli 2010, menurut catatan BPS, harga beras di Palembang untuk kualitas medium mencapai Rp5.800 per kg. Sementara, untuk beras kualitas premium mencapai Rp7.000–Rp7.500/kg. Jadi,jika dirata-ratakan dari Januari hingga Juli, kisarannya harga mencapai Rp5.716 per kg.“Melihat kondisi ini, harga relatif aman dan stabil, khususnya untuk kualitas beras medium yang setara beras Bulog. Kita akan laksanakan tugas dengan sebaik mungkin termasuk memulihkan harga beras di pasaran,” kata Tommy.

Diamenjelaskan,sampaisaatini stok beras yang ada di gudang Bulog mencapai 65.000 ton.Stok yang ada cukup untuk mem-back up penyaluran raskin sampai delapan bulan ke depan atau hingga akhir Maret 2011 stok aman.Selain itu,Bulog optimistis dapat menyerap sisa prognosis sampai 135.000 ton. “Kalau Sumsel surplus,kita bisa membantu Divre Bulog tetangga,seperti Jambi dan Bengkulu,”katanya. Dia menambahkan, sampai akhir Juli 2010,pihaknya sudah melakukan pembelian pengadaan beras sebesar sekitar 86.000 ton dari target prognosis mencapai 135.000 ton. Saat ini pembelian masih dilakukan,walau volumenya kecil.

“Kita harapkan nanti di Agustus dan September ada panen lagi sehingga kita bisa optimal lagi menyerap pengadaan sampai akhir tahun. Mudah-mudahan target prognosis sekitar 50.000 ton lagi bisa dicapai sampai akhir tahun,”papar mantan Kadivre Bulog Medan ini. Selain banyak masyarakat yang kerap mengonsumsi beras iliran setara dengan raskin,Tommy membeberkan, 35% warga Sumsel mengonsumsi beras berkualitas premium yang harganya Rp7.000– Rp7.500/kg.Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak warga menengah yang mengonsumsi beras bagus. “Banyak masyarakat Palembang yang mengonsumsi beras premium.

Ini membuktikan banyak masyarakat berpenghasilan menengah ke atas sesuai data BPS,”ujarnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Eppy Mirza mengatakan, menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga berbagai kebutuhan. Jika ada yang melakukan penimbunan akan diberikan sanksi sesuai aturan. “Untuk kenaikan harga saat ini masih di batas normal. Namun,kita tetap melakukan pemantauan karena dikhawatirkan pada puasa mendatang ada permainan para agen,”katanya. (yayan darwansah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: